>
Iman Kepada Allah #1

Iman Kepada Allah #1

Diposting pada 31 Oct 2025

(Akidah)
Diutusnya Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam adalah untuk mengenalkan kepada manusia siapa Tuhan yang layak disembah. Mengenalkan siapa Pencipta mereka, siapa yang memberi kehidupan, dan sebagainya. Seorang muslim harus memiliki keyakinan yang kuat tentang keberadaan Allah subhanahu wa ta'ala. Kuatnya keimanan seorang muslim kepada Allah subhanahu wa ta'ala sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupannya.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِ

“Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 285)

Dalam sebuah hadis, Rasulullah $\text{sallallahu 'alaihi wasallam}$ bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:}
الإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ، وَمَلائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ." (رواه مسلم)

“Iman adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim)

Orang yang sedikit keyakinannya kepada Allah subhanahu wa ta'ala cenderung hidupnya sesuka hati. Tidak adanya keyakinan kepada Allah text{subhanahu wa ta'ala secara otomatis membuat hidup tidak memiliki rasa takut terhadap ancaman maupun balasan di subhanahu wa ta'ala adalah dia akan menjaga lisannya dari mengganggu orang lain.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ» (رواه البخاري ومسلم)

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Iman kepada Allah subhanahu wa ta'ala memiliki konsekuensi. Seorang muslim tentunya sangat paham apa konsekuensi dari iman kepada Allah subhanahu wa ta'ala Konsekuensi terbesar dari seorang hamba yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala adalah beribadah hanya kepada Allah subhanahu wa ta'ala
Seseorang yang mengaku beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala dituntut untuk beramal. Karena iman adalah ucapan dan perbuatan.
Imam al-Bukhari rahimahullah dalam kitab Shahih al-Bukhari (Kitab al-Iman), beliau berkata:

لقيت أكثر من ألف رجل من العلماء، فما رأيت أحدًا منهم يختلف أن الإيمان قول وعمل، يزيد وينقص.

“Aku telah bertemu lebih dari seribu ulama, dan aku tidak melihat seorang pun di antara mereka yang berbeda pendapat bahwa iman adalah ucapan dan perbuatan; ia bertambah dan berkurang.”

Begitu juga Imam asy-Syafi‘i rahimahullah dalam kitab al-Umm dan al-I’tiqad:

وكان الإجماع من السلف أن الإيمان قول وعمل ونية، لا يجزئ واحد من الثلاث إلا بالآخر.

“Telah menjadi ijmak (kesepakatan) ulama salaf bahwa iman adalah ucapan, perbuatan, dan niat; tidak sah salah satu dari tiga hal itu tanpa yang lain.”

Semoga kita semua selalu diberi hidayah oleh Allah subhanahu wa ta'ala agar tetap di atas keimanan.
_Bidang Dakwah Yayasan Baiturrahman Prambanan_